JASA PEMENANGAN PILKADA MELALUI MEDIA SOSIAL

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan digelar pada November 2024. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia menggelar Pilkada serentak yang dilakukan di 38 provinsi dan lebih dari 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sudah tentu, banyak tokoh daerah yang berambisi menjadi pimpinan di wilayahnya.

Pada era digital seperti sekarang, salah satu cara ampuh memenangi Pilkada adalah melalui kampanye di media sosial. Tokoh daerah yang berhasrat menjadi pimpinan daerah bisa mulai membangun personal branding-nya di media sosial. Tentu, cukup banyak dari tokoh daerah itu sejatinya yang sudah memiliki bekal popularitas dan dikenal oleh masyarakat di daerahnya. 

Bekal popularitas (popularity) menjadi sebuah keuntungan bagi para tokoh yang ingin bertarung pada Pilkada. Sungguh beruntungkah calon kepada daerah dari kalangan pesohor yang sudah punya popularitas? Boleh jadi iya. Namun, percayalah, itu belum tentu menjamin Anda akan dipilih rakyat! Popularitas hanya menjadi langkah awal. Masih ada dua langkah penting lagi yang harus Anda jejaki: kesukaan (likeability) dan keterpilihan (electability).

Ada banyak cara untuk mendongkrak tingkat popularitas, kesukaan, dan keterpilihan. Sebelum dunia memasuki era internet (Internet of Things – IoT), kampanye tatap muka menjadi satu-satunya andalan bagi para calon kepala daerah. Inilah yang diistilahkan dengan “serangan darat”. Caleg mendatangi konstituennya di daerah pemilihan (dapil). Namun, untuk menempuh cara ini, tentu butuh modal besar. Tak salah bila muncul adagium “uang untuk kampanye darat itu tidak berseri”. 

Pada era internet seperti sekarang, “serangan darat” saja belumlah cukup. Langkah ini harus dibarengi pula dengan “serangan udara”. Alatnya berupa MEDIA SOSIAL. Media sosial diyakini menjadi senjata ampuh untuk memikat hati para pemilih. Data Hotsuite 2022 menunjukkan, pengguna aktif media sosial di Indonesia mencapai 191,4 juta dan menghabiskan waktu untuk mengakses media sosial selama rata-rata 3 jam 17 menit sehari. 

Jelaslah sudah, Anda juga harus berkampanye di media sosial dengan mulai membangun personal branding di media sosial. Segala aktivitas Anda bisa menjadi konten yang menarik. Syaratnya, kemas aktivitas itu dengan cara yang tepat. Melakukan personal branding di media sosial itu gampang-gampang susah. Jika Anda sudah menemukan celah yang pas, niscaya Anda akan menjadi petarung media sosial yang trengginas.

Sayangnya, belum begitu banyak tokoh daerah memiliki ambisi politik menjadi kepala daerah memahami anatomi media sosial dan menggunakannya secara efektif untuk berkampanye. Untuk itu, SPORA COMM hadir menawarkan beragam cara berkampanye melalui media sosial, dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial yang ada dan langsung menyasar kepada calon pemilih. 

SPORA COMM akan mengemas format kampanye di media sosial cara-cara yang efektif, tepat sasaran, dengan biaya terjangkau. SPORA COMM memiliki data akurat yang berguna untuk pemetaan pola kampanye di media sosial agar tepat sasaran. Cara seperti ini tentu saja akan mampu mengefisienkan biaya. Yang jelas, SPORA COMM sudah memiliki pengalaman panjang dalam personal branding karena kami sudah ada sejak 20 tahun silam. 

Jadi, tunggu apa lagi. Jika Anda, para calon kepala daerah, ingin dipilih rakyat di bilik suara pada Pilkada November 2024, percayakan dan serahkan kampanye di media sosial Anda kepada kami, SPORA COMM! ***

Message Us on WhatsApp